BERIKUT ini tersaji catatan-catatan penting dan links-nya tentang topik-topik pokok yang terkait dengan sisi-sisi lain kawasan yang banyak menyimpan misteri, yaitu Nusa Tenggara Timur. Kami masih menyimpan semua catatan ini dalam bentuk digital (.pdf). Jika suatu ketika links yang terkait tak bisa berfungsi lagi, dan anda membutuhkannya agar kami kirim, silakan hubungi kami!
Acuan Mengkaji Kemiskinan di Era Otonomi Daerah: Kasus Propinsi Nusa Tenggara Timur. Februari 2003. IDBM Adiyoga dan Erni Herawati. ––Era otonomi daerah seharusnya menjadi peluang bagi Nusa Tenggara Timur untuk membangun daerahnya yang dianggap miskin oleh berbagai kalangan. Aparat pemerintah ditantang untuk belajar menjalankan peran barunya, jangan hanya sebagai agen pembangunan.
Analysis of Malaria Incidence, Altitude, and Rainfall a Study in the Timor Tengah Selatan (TTS) District, West Timor, Indonesia. 2003. Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan, Surabaya.
Joint Terms of Reference for the study on options for “kabihu mapping” and identification of multiple dwelling networks, integrated with feasibility testing of draft instruments and indicators developed for life-span related poverty assessment in the vicinity of Desa Praibakul, East Sumba, NTT. 2004. Waingapu: BPS-LABSTATSOSDA, GTZ/PROMIS-NT, dan UNICEF Indonesia
KERANGKA ACUAN RAPAT TEKNIS II: Menuju instrumen pengukuran kemiskinan/kesejahteraan di tingkat individu maupun golongan-golongan masyarakat dalam konteks sosial-budaya di Sumba Timur. 2004. Waingapu: BPS-LABSTATSOSDA, GTZ/PROMIS-NT, dan UNICEF Indonesia
Kinerja Pendapatan Ekonomi Rakyat dan Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur. November, 2003. Vincent Gaspersz dan Esthon Foenay. ––Pendapatan per kapita penduduk Nusa Tenggara Timur ternyata masih lebih rendah daripada pendapatan per kapita penduduk negara termiskin di dunia (Sierra Leone). Dan ternyata kinerja pendapatan per-kapita-nya paling buruk di Indonesia. Bagaimana seharusnya pembangunan ekonomi kerakyatan dilaksanakan?
Legenda Kritta dan Rambu Nganna, dari Sumba. 2003. NurLely Darwis. Kisah nyata dari penjara Waingapu. “Kritta membunuh kedua anaknya sekaligus mengorok lehernya sendiri, karena tak berdaya dan tak dapat menahan penganiayaan suami sehari-hari. Demikian juga Rambu Nganna yang tanpa sengaja telah menikam suaminya karena tak dapat menahan penganiayaan suaminya. Suaminya mencambukinya dari atas punggung kuda. Tak jarang tubuh Rambu Nganna juga terinjak kuda.”
Lessons Learned from Microfinance Services in East Nusa Tenggara. 2004. Jakarta: Smeru. ––Simak laporan penelitiannya dalam dua bahasa.
Managers of Megalithic Power towards an Understanding of Contemporary Political Economy in East Sumba. 2002. Dr. Friedheim Betke (Penasihat Direktur Jendral, BPS) dan Dr. Hamorangan Ritonga (Wakil Direktur Analisis Statistik, BPS), BPS dan PRODA NT, GTZ Gmbh dan Pemerintah Indonesia.
Masalah dan Alternatif Pengendalian Penyakit Jeruk Keprok Soe di Nusa Tenggara Timur. 2004. B. Murdolelono, Yusuf dan C.Y.Bora
Pemanfaatan Kuskus (Phalanger sp.) oleh Masyarakat Timor Barat, Nusa Tenggara Timur. 2001. Cibinong, Bogor: LIPI. ––Kuskus, hewan berkantung yang banyak terdapat di Gunung Mutis, Timor Tengah Selatan sudah terancam punah. Hewan yang dilindungi ini banyak diburu masyarakat karena sebagai salah satu sumber protein. Bagaimana menyikapinya?
Pelaksanaan Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Kasus Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. 2002. Jakarta: Smeru.
Penile Implant and Acessories in West Timor. 2002. Primus Lake.
Penjajakan pelayanan pemerintah untuk keluarga miskin di Sumba Timur.Jakarta: Smeru. ––Catatan dapat membantu kita untuk mengetahui sejauh mana pemerintah telah memberikan pelayanan pada masyarakat miskin di Sumba. Tapi, sayangnya, penilaiannya kurang tuntas karena meskipun, katanya ada bantuan uang transpor, warga masyarakat yang sakit toh tak datang ke puskesmas. Apakah tidak sebaiknya justru pegawai puskesmas yang menggunakan sebagian uang transpor itu?
REPORTASE: Anak di NTT, Lahir Lalu Miskin. 2005. Arin Swandari. ––Malang benar nasib Mama Ina dan mama-mama lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka akan melahirkan anaknya dalam belenggu kemiskinan keluarga. NTT tercatat sebagai propinsi yang memiliki angka kelahiran tertinggi di Indonesia, ditambah angka kematian ibu dan bayi yang tak kalah buruknya. Benturan kebudayaan dan kebijakan-kebijakan yang ‘ditelorkan’ pemerintah perlu ditengok lebih lanjut
Tradisi Radisi Fua Pah: Ritus dan Mitos Agraris Masyarakat Dawan Timor. 2004. Yoseph Yapi Taum.
Membangun Perekonomian Rakyat Nusa Tenggara Timur. 2002. Mubyarto. Kemiskinan sudah menjadi label bagi Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendapat ini sempat di tentang oleh Gubernur Piet Tallo. Bagaimana sebenarnya gambaran perekonomian dan strategi jitu untuk mebangun ekonomi di NTT?
Media, UKM, dan Berita Seksi. 2005. oleh Pantau. Berita kriminal dan politik seringkali tersaji pada koran lokal di Nusa Tenggara Timur. Sementara soal usaha kecil dan menengah sangat sulit didapat, padahal sangat banyak potensi lokal yang bisa mendongkrak perekonomian di NTT. Sayangnya tidak terekspose dalam pemberitaan di media massa. Ada apa dengan media?
Categories: [Nusa Tenggara Timur_] [Busung Lapar_]